15/01/2019

RENUNGAN AL-HIKAM 13 - Menyingkirkan 4 Penghalang Menuju ilahy

Syaikh Ibn Athoillah Al-Iskandary bersenandung:

كيف يُشْرقُ قلبٌ صُوَرُالاَكوَانِ مُنطبِعَة ٌ فى مِرْاَته ؟ ام كيفَ يرحلُ الى الله وهو مُكبَّلٌ بِشهواتِهِ ؟ ام كيفَ يَطمعُ ان يَدْخُلَ حَضرَةَ اللهِ وهو لم يتطهَّرْ من جنابةِ غفلاتهِ ؟ ام كيفَ يرجُواَنْ يَفهَمَ د قاءـقَ الاسراَرِ وهُوَ لمْ يَتـُبْ من هفَوَاتِهِ؟

"Bagaimana akan dapat bercahaya hati seseorang yang gambar dunia ini terlukis dalam cermin hatinya. Bagaimana berangkat menuju kepada Alloh, padahal ia masih terbelenggu oleh nafsu syahwat. Bagaimana akan dapat masuk menjumpai Alloh, padahal ia belum bersih dari kelalaian. Bagaimana ia berharap akan mengerti rahasia yang halus dan tersembunyi, padahal ia belum taubat dari kekeliruannya."

RENUNGAN SEPINTAS:

Pada pembahasan yang lalu beliau Syaikh Ibn Athoillah Al-Iskandary, membahas tentang Uzlah (mengasingkan diri untuk mengahasilkan kedekatan pada Alloh yg intens).

Dan kini beliau menyindir dengan 4 point' yakni bagaimana manusia manusia bisa intens dekat kepada Alloh sementara masih ada 4 hal yang menghalangi.

Apa saja 4 hal itu?

1. Al-Akwan: gambaran teknis / kejadian dunia.
2. Syahwat: nafsu, keinginan, ambisi yang menyelisihi kehendak ilahy.
3. Ghoflah: kelalaian pada Alloh.
4. Dosa yang belum ditobati.

Bagaimana hal ihwal 4 hal itu? Simak poin-poin renungan berikut:

POIN-POIN RENUNGAN & KISAH-KISAH:
Bagaimana hati bisa disinari oleh cahaya ilahi padahal masih ada Al-Akwan.

1. Al-kwan: Kejadian teknis duniawi.

Akwan jamak dari kata kaun yakni kejadian. Kejadian apa? Ya apa saja yang membuat manusia terjebak pada kejadian tersebut hingga tidak bisa mengembalikan urusan pada Alloh. Contoh:

✓ Ada orang berkata demikian "Wah kemarin kalo ndak banjir toko saya pasti sudah sukses ini"

Mestinya orang tidak boleh terlalu fokus pada akwan berupa banjir. Harusnya ia ingat bahwa banjir hanyalah wasilah dari Alloh. Sejatinya adalah Dia yang menghendaki. Maka kembalikan padaNya.

Sepanjang manusia masih fokus dan terjebak pada kejadian maka ia sulit menuju Alloh. Hatinya masih keruh dengan gambaran kejadian itu.

✓ Bagaimana bisa muhasabah, jika tatkala kaki tersandung yang disalahkan adalah kerikil.

✓ Dimana letak muhasabah, ketika diri disalahkan orang lain, justru langsung menyalahkan balik.

✓ Kapan kita akan berkembang jika setiap Alloh memberikan kejadian khusus untuk kita, tapi tidak pernah ada pelajaran disana?

2. Syahwat

"Bagaimana berangkat menuju kepada Alloh, padahal ia masih terbelenggu oleh nafsu syahwat."

Syahwat adalah keinginan diri yang bertentangan dengan keinginan Alloh. Harusnya bersih dari keinginan pribadi atau minimal melebur dengan keinginan Alloh.

✓ Oleh sebab itu Nabi Ayub tidak pernah berdoa untuk kesembuhannya. Sebab khawatir jika dirinya menginginkan kesembuhan, padahal Alloh masih menginginkan beliau dalam keadaan sakit.

✓ Pernah Salman al Farisi mengistigfari keadaan dirinya, yang merasa ada suasana hati Salman yang menginginkan kejadian yang tidak Alloh inginkan untuk dirinya.

KISAH: Ketika itu Salman Al Farisi sedang jatuh hati kepada seorang gadis Madinah. Kemudian ia meminta bantuan Abu Darda, seorang penduduk asli Madinah yang telah Rasulullah persaudarakan dengan dirinya, untuk menyampaikan hajat Salman al Farisi kepada orang tua sang gadis.

Berangkatlah keduanya ke rumah gadis tersebut, lalu Abu Darda berkata "Maksud kedatangan kami kemari adalah untuk melamarkan putri bapak untuk saudara saya Salman al Farisi"

Kemudian sang ayah menyampaikan "Sebentar, saya rundingkan dulu hal ini dengan istri dan anak saya"

Sekembalinya sang ayah setelah berunding dengan istri dan anaknya, beliau menyampaikan. "Sesungguhnya jika yang melamar putri saya adalah Salman al Farisi, cukuplah kita menjadi saudara seiman saja (menolak lamaran dengan halus). Namun jika yang berkehendak terhadap putri saya adalah engkau wahai Abu Darda, kami akan menerimanya"

Kemudian Salman al Farisi berkata "Terimalah Abu Darda, dan akan kuberikan kepadamu biaya yang telah aku persiapkan untuk menikah".

✓ Yang kemudian diistigfari oleh Salman al Farisi disini adalah, ini berarti dia datang dengan syahwatnya. Berarti ada keinginannya yang Allah tidak ingini. Salman al Farisi menginginkan gadis tersebut untuk dirinya, sedangkan Allah menginginkan gadis tersebut untuk Abu Darda.

✓ Boleh berdoa, sebab berdoa adalah kewajiban kita. Tapi berdoalah kepada Alloh dengan rasa harap dan pasrah. Kedua hal ini harus sebanding. Berdoa kepada Alloh agar sesuai dengan diri kita, tapi di waktu yang sama juga pasrah kepada Allah agar terlaksana sesuai yang menjadi kehendakNya. Ini adalah upaya meleburkan syahwat kita agar masuk kedalam kehendak Alloh.

3. Kelalaian

"Bagaimana akan dapat masuk menjumpai Alloh, padahal ia belum bersih dari kelalaian"

✓ KISAH Pernah Iman Syafi'i ketika sedang mengajar muridnya tiba-tiba terdiam dan menangis.

"ada apa dengan engkau wahai guru?" tanya muridnya.

"Aku telah melakukan kemaksiatan yang besar" jawab beliau.

"Tapi kami tidak melihat engkau sedang bermaksiat wahai guru?" tanya muridnya lagi.

"beberapa detik yang lalu, aku telah lalai dalam mengingat Alloh" jawab beliau lagi.

✓ Menuju dalam kisah yang lebih sederhana. Ada seorang pegawai yang ketika Ramadhan justru resign dari pekerjaannya. Padahal biaya untuk mudik ketika idul fitri, untuk membelikan oleh-oleh untuk keluarganya di kampung sudah di depan mata.

Ketika itu dirinya bingung dan pasrah, meminta pertolongan kepada Alloh untuk memberikan rizki kepadanya.

Kemudian orang ini bekerja secara serabutan hingga terkumpullah uang untuk bekal pulang ke kampungnya yang berada di Cilacap (misalkan). Kemudian dia berujar kepada istrinya "Wah bu, ini kita sudah bisa pulang ke kampung.. sudah ada uang, kita mantep"

Orang ini hendak menyewa mobil untuk pulang kampung, tapi ternyata sudah habis. Kesana kemari mencari travel juga sudah penuh. Mencari tiket untuk pulang juga semua telah terbooking. Orang ini kemudian tertunduk dan menyadari sesuatu. "Ya Alloh... ketika saya tidak mempunyai uang.. saya berharap penuh kepadamu untuk mengantarkan saya pulang dari Jakarta menuju Cilacap. Namun setelah memiliki uang kok saya menjadi mengandalkan uang untuk dapat pulang ke Cilacap?". Kemudian orang ini terus mengistigfari kelalaiannya.

Kemudian tiba-tiba temannya menelepon untuk diantarkan pulang ke Cilacap, karena kebetulan supir barunya belum tau arah jalan pulang. Dan dirinya juga dapat membawa serta keluarganya.

Allah menolong hambanya ketika hambanya telah sadar dari kelalaiannya.

4. Belum taubat dari dosanya

"Bagaimana ia berharap akan mengerti rahasia yang halus dan tersembunyi, padahal ia belum taubat dari kekeliruannya"

✓ Imam Hambali pernah menyampaikan kepada gurunya "Wahai guru, di luar sana aku dikenal oleh orang-orang sebagai orang yang menguasai banyak bidang ilmu. Tapi mengapa saya tidak dapat menguasai ilmu untuk merasakan nikmatnya dekat dengan Alloh?

Sang guru menjawab "Akupun demikian, namun guruku Abu Sulaiman pernah berkata: Jika engkau benar-benar berjanji dengan hakikinya berjanji akan bertaubat dari dosa atau yang diindikasikan sebagai dosa, maka engkau akan terbang ke kehadirat Alloh dan engkau turun dengan memperoleh pemahaman-pemahaman yang lembut."

✓ Kisah yang lain, pernah ada seorang pemuda yang ingin datang ke majlis ilmu. Namun ditengah jalan ban sepeda motornya kempes. Dan ditunutun ke bengkel mobil untuk ditambalkan.

Kemudian dirinya memuhasabahi sambil terus beristigfar "Ya Alloh... saya ini pasti banyak dosa sehingga langkah kaki saya terhambat untuk datang ke majlis ilmu"

ketika ban motornya sudah selesai ditambal, dia kembali mengendarai motornya. Namun ditengah jalan ban motornya kembali kempes untuk yang kedua kalinya. Pemuda ini kembali bermuhasabah sambil terus beristigfar sepanjang jalan "Ya Alloh... pastilah dosa saya ini begitu besarnya... hingga mau datang ke majlis ilmu saja ada lagi hambatannya"

Motor si pemuda kembali ditambalkan ke bengkel dengan antrian yang cukup panjang. Kemudian setelah selesai dan menuju ke majlis ilmu, ternyata ketika sampai sana sudah sampai pada bagian doa.

Setelah kajian selesai, si pemuda menghampiri sang Ustadz dan menceritakan apa yang baru saja dialaminya.

Kemudian Ustadz tersebut berkata, "Ketahuilah nak... sesungguhnya aku tadi baru saja mengajarkan bab tentang istigfar. Ratusan jamaah disini baru mempelajari tentang ilmunya, sedangkan engkau Alloh izinkan untuk langsung mempraktikannya"

Wallahu a'lam bishowab.
Alhaqir @kangriyadh

Semoga manfaat

===================

Trimakasih telah beramal untuk Pembebasan & perluasan Tanah Pesantren DOAQU, --1jt / 1m²-- Baik yg diatas namakan sendiri maupun orangtua. Semoga Alloh memberkahi

Bank BNI Syariah
6.0000.80867
a.n. Yayasan Doa Ahlul Quran

CP DOAQU & AMBULAN GRATIS:
0815 7745 665 / 024 7541 2005

CP Umroh Private & Family:
+6281904347000

Leave a Reply

+62815-7745-665
Jl. Ngelosari, Sadeng, Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah 50222
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram