26/11/2018

Renungan AL-HIKAM 11

Mengubur eksistensi diri

Syaikh Ibn Athoillah Al-Iskandary bersenandung:

اِدْفِنْ وُجُودَكَ فيِ أَرْضِ الْخُمُولِ، فَمَا نَـبَتَ مِمَّالَمْ يُدْفَنْ لاَ يَــتِمُّ نَـتَاءِجُهُ

"Tanamlah wujudmu (eksistensimu) di dalam bumi kerendahan (ketiadaan); maka segala yang tumbuh namun tidak ditanam tidak akan sempurna buahnya."

RENUNGAN SEKILAS

Maksud dari menanam wujud diri adalah seorang hamba yang sebenarnya banyak beramal dan banyak berjasa tapi merasa belum atau tidak melakukan amal apapun bahkan merasa beramal saja tidak, dan merasa pandangan manusia tidak berarti baginya. Baginya cukup Alloh sebagai saksi. Maka ia tidak meninggi dengan dipuji dan tidak resah bila dicaci.

Ulama-ulama terdahulu benar-benar menyengaja menyembunyikan amalannya agar benar-benar teruntuk hanya kepada Alloh. Tidak menguap kepada manusia.

Sebab dengan amal yang tersembunyi dan diri yang tidak dikenali itulah 'buah' dihadapan Alloh akan ranum.

Sebaliknya, diri yang ingin dikenal, amal yang ingin dikenang itu, tidak akan sampai kepada Alloh kecuali hanya sisa-sisa.

Ibrahim bin Adham radhiallohu 'anhu berkata: "Tidak benar tujuan kepada Alloh, siapa yang ingin terkenal."

Maka simpanlah amal hingga tidak ada yang tahu kecuali yang Maha Tahu. Buang eksistensi diri sampai tidak dikenal oleh siapapun.

POIN-POIN RENUNGAN & KISAH-KISAH

✓ Terkisah pada zaman dahulu, Sultan Murad pada malam hari sulit sekali untuk tidur. Hingga beliau memutuskan pergi ke pemukiman-pemukiman penduduk bersama pegawai kerajaannya dengan menyamar sebagai rakyat biasa.

Karena kondisi jalan yang gelap, kaki Sultan tersandung oleh sesuatu, yang ternyata adalah mayat. Beliau heran, kemudian bertanya "Mayat siapa ini, mengapa tidak ada yang mengurus jenazahnya?"

Kemudian penduduk menjawab "Itu adalah mayat seorang pemabuk dan pezina, biarkan saja tidak usah diurusi"

Sultan berkata "Jangan begitu, sebab Rasulullah memerintahkan kita untuk mengurus jenazah. Bagaimanapun dia adalah ummat Nabi Muhammad, yuk kita bawa mayat ini kepada keluarganya"

Setelah sampai kepada keluarga si mayat dan orang-orang telah pulang, Sultan bertanya kepada Istri orang yang meninggal tadi "Sebenarnya apa yang terjadi sehingga orang-orang enggan untuk mengurus jenazah suamimu?"

Perempuan itu menjawab "Sebenarnya di siang hari suamiku bekerja, kemudian pada malam harinya ia menggunakan uangnya untuk membeli minuman keras, yang kemudian minuman keras itu dibuangnya secara sembunyi-sembunyi. Hal itu dilakukan agar mencegah jatah jika ada orang yang hendak mabuk, agar tidak jadi mabuk, sebab minuman keras telah dibeli olehnya. Kemudian ia juga pergi ke tempat lokalisasi. Ia mengetuk pintu-pintu wanita penghibur kemudian memberi mereka uang dan berpesan agar mereka tidak membukakan pintu jika ada orang yang datang. Itu semua ia lakukan untuk mengurangi jumlah orang yang hendak berzina di malam itu, karena sebagian pintu wanita penghibur telah tertutup oleh uangnya."

Perempuan tadi menambahkan "Sebenarnya aku telah memperingatkan kepada suamiku, kelak matinya nanti akan disia-siakan, jenazahmu nanti tidak akan ada yang mengurus. Sebab semua akan menyengka kamu ini pemabuk dan pezina. Tapi suamiku mengatakan "Tidak. Matiku nanti akan di sholatkan oleh sultan dan para ulama sekota ini"

Sultan Murad terperangah oleh cerita yang disampaikan perempuan tersebut. Rupanya inilah yang membuat ia semalaman tidak bisa tidur. Beliau kemudian menyampaikan: Kalau begitu benar apa yang telah disampaikan oleh suamimu. Sebab aku adalah Sultan, dan aku akan mengabarkan kepada ulama-ulama agar bersama-sama mensolati jenazah suamimu besok ini juga"

Betapa sesungguhnya banyak orang yang terlihat biasa atau bahkan dipandang hina oleh manusia. Tapi sebenarnya menyimpan derajat yang istimewa dihadapan Alloh, sebab ia rela menanam eksistensi dirinya dihadapan manusia, demi keridhoan Alloh semata.

✓ Dahulu ada santri, sebut saja namanya Syarif yang kini telah menjadi ulama besar. Disetiap ada perbincangan, dikalangan para santri, orang ini dinilai 'sedikit aneh' karena selalu membahas hal yang tidak ada kaitannya dengan ilmu. Disetiap ada kesempatan, dia selalu membicarakan tentang mobil.

Dikisahkan oleh kyainya, ternyata Syarif selama ini telah dipesani agar selama enam tahun ia di pesantren, untuk jangan sampai membicarakan / menggunjing/ menghibah orang lain.

Ternyata selama ini dia selalu membicarakan perihal mobil adalah sebagai upaya pengalihan, agar lisannya terjaga dari membicarakan orang lain.

✓ Pada zaman Rasulullah saw. Suatu ketika beliau tengah duduk, dan dibelakangnya ada Abu Hurairah. Rasulullah menyampaikan bahwa sebentar lagi akan ada ahli surga yang muncul. Rupanya yang datang kemudian adalah seorang budak yang bahkan sepertinya tidak ada keistimewaan apa-apa di dalam dirinya.

Abu Hurairah bertanya "Apakah budak tersebut wahai Rasulullah?"

"Benar" jawab beliau.

"Jika begitu mengapa tidak engkau doakan saja agar Alloh memerdekakan orang tersebut?"

Rasulullah kemudian menjawab "Untuk apa dia dimerdekakan di dunia, sedang dia akan menjadi raja di surga kelak?"

✓ Wahai Abu Hurairoh! Sesungguhnya di surga itu ada raja dan orang-orang terkemuka, dan ini salah seorang raja dan terkemuka. Wahai Abu Hurairoh! Sesungguhnya Alloh mengasihi, mencintai makhluknya yang suci hati, yang samar, yang bersih, yang terurai rambut, yang kempes perut kecuali dari hasil yang halal, yang bila akan masuk kepada raja tidak diizinkan, bila meminang wanita bangsawan tidak akan diterima, bila tidak ada tidak dicari, bila hadir tidak dihiraukan, bila sakit tidak dijenguk, bahkan ia meninggal tidak dihadiri jenazahnya.

✓ Di Zaman Rasulullah, dahulu juga ada orang yang terlihat biasa saja, bahkan tidak pernah bertemu dengan Rasulullah. Namun Rasulullah mengetahui bahwa orang tersebut memiliki keistimewaan dihadapan Alloh. Hingga dua sahabat besar Umar RA dan Ali RA diperintah oleh Nabi untuk datang kepadanya untuk meminta didoakan. Dan orang tersebut adalah Uwais Al Qarni.

✓ Ada sebuah ungkapan, "Bahwa ada orang yang 'masyhur', oleh sebab adanya berkahnya orang 'mastur' (kedudukan tingginya dirahasiakan)."

✓ Maka milikilah amal yang dilakukan secara sembunyi untuk lebih dapat terjaga keutuhannya.

✓ Namun bukan berarti amal yang dilakukan secara terang-terangan tidak berarti. Sebab Alloh di dalam Al-Qur'an memerintahkan keduanya. Sebagaimana firman Alloh dalam surat Al Fatir:29

ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺘْﻠُﻮﻥَ ﻛِﺘَﺎﺏَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺃَﻗَﺎﻣُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻭَﺃَﻧْﻔَﻘُﻮﺍ ﻣِﻤَّﺎ ﺭَﺯَﻗْﻨَﺎﻫُﻢْ ﺳِﺮًّﺍ ﻭَﻋَﻠَﺎﻧِﻴَﺔً ﻳَﺮْﺟُﻮﻥَ ﺗِﺠَﺎﺭَﺓً ﻟَﻦْ ﺗَﺒُﻮﺭَ

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi".

✓ Alhasil: amal rahasia (sir) itu penting sebab dengannya amal utuh bahkan berbuah dihadapan Alloh. Dan amal terang-terangan pun sama pentingnya sebagai syiar Islam. Masing-masing punya fungsi dominan sendiri.

✓ Amal rahasia dan terang-terangan sama baiknya. Yang tidak baik yang tidak beramal. Mana yang harus dilakukan? Keduanya sama-sama wajib dilakukan. Ayat diatas menggunakan kata sambung "DAN" bukan "Atau"

Wa Allahu A'lam Bi Showab.

Oleh Alhaqir @kangriyadh @kajianhikam @pesantrendoaqu.

Semoga bermanfaat
=================

Trimakasih telah berdonasi untuk Pembebasan & perluasan Tanah Pesantren DOAQU, Semoga rezeki saudara berlimpah berkah

Bank BNI Syariah
6.0000.80867
a.n. Yayasan Doa Ahlul Quran

CP DOAQU & AMBULAN GRATIS:
0815 7745 665 / 024 7541 2005

CP Mau Voucher Umroh senilai 1jt? Hub:
+6281904347000

Leave a Reply

+62815-7745-665
Jl. Ngelosari, Sadeng, Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah 50222
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram