01/01/2019

MEMULIAKAN ANAK YATIM, BUKAN SEKEDAR MENYANTUNI

Saya pernah diminta ngisi di sebuah perusahaan besar. Dalam acara santunan anak yatim.

Perusahaan tersebut mengundang ratusan anak yatim. Lalu karena memang saya yang diamanahi untuk mengisi dan sebelumnya diminta nasihat. Maka saya pun memberikan beberapa poin nasehat:

1 ganti bahasa menyantuni dengan bahasa memuliakan.

Sebab Alquran membahasakan:
تكرمون اليتيم

Memuliakan anak yatim. Dari bahasa itu muncullah Point-point berikutnya:

2. Sentuhlah dg sentuhan sayang, sentuhan memuliakan, bukan sentuhan kesan menghinakan.

Jangan sentuh anak yatim yang menggambarkan seolah anak yatim itu adalah anak yang tidak beruntung, kasihan, berderajat rendah.

Misalkan menyentuh sedikit bagian kepala anak yatim dengan kita sambil berdiri, sambil memberi sesuatu tapi wajah kita tidak memberikan wajah perhatian. Atau malah seolah kita memerintahnya agar dia berterimakasih pada kita dan menghormati kita, kita sodorkan tangan kita untuk 'harus' dicium mereka. Parahnya lagi kita ingin dinilai dermawan didepan umum. Merasa menjadi penyumbang yg berjasa.

Lalu idealnya bagaimana? adalah dengan diri kita bersimpuh (berdiri menggunakan lutut, agar tinggi kita sejajar dg bertatap wajah)

Wajah menghadap kepada anak yatim memberikan senyuman tulus, menyayanginya, mencium, mencubit manja bersenda gurau dan sebagainya.

Ingat-ingat! boleh jadi, secara hakiki bukan anak yatim yg butuh sumbangan kita. Tapi kitalah yg butuh doa mereka. Kita yg butuh mereka sebab memuliakan merekalah kita kelak bisa bertetangga dg Nabi

3. Jika ada prosesi naik panggung, pilihlah anak yatim yang masih kecil, yang masih suka bergurau dipanggung.

Bukan anak yatim yang sudah agak besar yang sudah bisa berpikir dan merasakan. Sebab jangan dikira saat mereka dipertontonkan didepan umum tu mereka seneng, gak mesti. Malah malu iya. Ada yg beban perasaan bahkan. Kayak gimana gitu. Gak enak rasa mereka.

4. Namanya memulikan, maka ada berkesinambungan.

Kalo cuma proses nyantuni, kasih bingkisan selese.

Tapi kalau memuliakan, maka muliakan mereka dg pendidikan, muliakan mereka sampe mereka selse sekolah, bayar SPPnya, sayangi mereka, menjadilah kita ortu angkatnya, temani maen mereka, fasilitasi mereka untuk lebih berkarya, ajari apa yg menjadi keahlian kita untuk mereka, santrikan mereka, dan wasilah kita kelak lihatlah kelak mereka jadi sarjana, arsitek, ustadz, TNI, Hafidz Al-Quran, presiden, guru, dosen dsb.

Semoga Alloh mempukan kita, untuk memuliakan anak-anak yatim negri ini. Kalo belum bisa 100% (kayak tulisan ini) ya berapa persen dulu gitu [he he yg penting jangan menyantuni yg berkesan merendahkan]

Oke semoga manfaat saya @kangriyadh @pesantrendoaqu. Trimakasih dan mohon maaf.

Leave a Reply

+62815-7745-665
Jl. Ngelosari, Sadeng, Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah 50222
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram